Tampilkan postingan dengan label Sukowati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sukowati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2013

PENEMUAN MAYAT SRAGEN : Jemy Terlambat Cium Gelagat Aneh Siska

Solopos.com, SRAGEN – Suami Siska Tri Wijayanti, 23, Jemy Dodot Adi Saputro, 29, mengaku terlambat menyadari gelagat aneh yang ditunjukkan istrinya sekitar sepekan sebelum meninggal.

Jemy menjelaskan sikap dan tingkah laku Siska berbeda. Bahkan Siska sempat mengatakan menitipkan ibu dan anak semata wayang agar dijaga dengan sebaik-baiknya. Saat itu Jemy menenangkan Siska supaya tidak berpikir macam-macam.

“Entahlah, ada banyak hal yang belum terungkap. Saya merasa ada hal yang masih janggal. Saya mengatakan ini bukan ingin mempengaruhi kerja polisi. Hanya saja, Eko tidak mengakui dia memeras kami. Saya minta uang Rp75 juta kembali. Itu untuk anak saya,” ujarnya saat ditemui Solopos.com, Sabtu (28/9/2013).

Sebelumnya istri Jemy, Siska Tri Wijayanti, 23, tewas dibunuh dan dimutilasi Eko Sunarno alias Ahmad Syaifudin Yuhri, 32, warga Kampung Bangak, RT 002/001, Sine, Sragen Wetan, Sragen, Minggu (22/9/2013).



Senin, 19 Agustus 2013

PENCURIAN MOTOR : Antisipasi Pencurian Saat Go Green, Pemkab Sragen Tutup Jalan


SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menutup Jalan Ade Irma Suryani Nasution di sebelah timur kantor Pemkab Sragen setiap Jumat pukul 06.30 WIB-11.00 WIB.

Langkah itu diambil sebagai tindak lanjut terkait beberapa tindakan pencurian sepeda motor di sekitar Pemkab saat program Go Green yang digelar setiap Jumat.

Hasil pantauan Solopos.com, Jumat (16/8/2013) Jalan Ade Irma Suryani Nasution ditutup sejak pukul 06.30 WIB-11.00 WIB. Jalan ditutup dari perempatan dekat kantor Pemkab Sragen hingga perempatan dekat kantor Kelurahan Sragen Tengah. Mereka membuat barikade supaya tidak ada pengendaraa motor yang melintas di jalan tersebut.

Barikade hanya menyisakan pintu yang cukup dilewati satu sepeda motor. Bahkan beberapa pengendara sepeda motor yang hendak parkir ditanya keperluan. Apakah mereka mengurus berkas di kantor Pemkab Sragen atau sekadar melintas. Apabila pengendara sekadar melintas maka petugas jaga di dekat barikade akan meminta mereka balik arah. Lebih dari 250 sepeda motor ditata menjadi tiga lajur . Sejumlah petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen mengamankan lokasi.

Dikelola Karang Taruna

Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Sragen, Sukamto, menuturkan kebijakan dan langkah itu diambil sebagai bentuk antisipasi tindakan pencurian yang terjadi di sekitar kantor Pemkab Sragen. Sejumlah sepeda motor milik warga, perangkat desa hingga pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di lingkungan kantor Pemkab Sragen raib digondol maling.

Hal itu diduga karena lemah pengawasan karena lokasi parkir di sepanjang Jalan Ade Irma Suryani Nasution hanya diawasi satu petugas parkir. Oleh karena itu Pemkab membuat kebijakan menutup jalan dan menjadikan lahan parkir sementara hingga jam kerja PNS berakhir.

“Ini hasil tindak lanjut rapat dengan beberapa pihak. Kami merespon kejadian pencurian yang terjadi akhir-akhir ini. Kami berusaha mengurangi dan mencegah pencurian kendaraan di sekitar Pemkab setiap Jumat. Ini masih tahap awal. Percobaan parkir seperti ini di sekitar Pemkab. Nanti akan dikembangkan. Kami sudah melakukan evaluasi sementara. Nanti akan kami evaluasi terus menerus,” kata Sukamto saat ditemui Solopos.com di sela-sela mengamankan lokasi, Jumat.

Salah satu evaluasi sementara yang diungkapkan Sukamto adalah jumlah petugas parkir yang berjaga minim. Hari itu hanya dua petugas parkir yang berjaga. Satu bertugas memberikan kartu parkir dan mengarahkan lokasi parkir. Satu orang lagi menjaga pintu keluar di perempatan dekat kantor Kelurahan Sragen Tengah. Selain itu, pihaknya mengaku sedang menimbang mengalokasikan tempat parkir untuk beberapa mobil dinas (mobdin) milik pejabat di lingkungan kantor Pemkab Sragen.

Ihwal pengelolaan parkir, Sukamto menjelaskan parkir dikelola karang taruna setempat yakni Karangtaruna RT 002 Kelurahan Sragen Tengah. Sehingga uang hasil parkir tidak masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sragen. “Demi keamanan dan efisiensi petugas parkir dan jaga, kami buat sistem satu pintu masuk dan keluar. Ini dikelola karang taruna murni. Retribusi jadi tanggung jawab karang taruna dan kami sudah koordinasi dengan warga sekitar. Rencana ada empat orang petugas parkir. Kami sifatnya membantu. Ini akan kami evaluasi terus menerus sampai ketemu formula yang tepat. Termasuk petugas parkir harus mengenakan seragam supaya mudah dikenali. Mereka silakan cari identitas sendiri untuk seragam,” imbuh dia.



Sumber

KPU SRAGEN : Pekan Ini KPU Buka Pendaftaran Calon Komisioner



SRAGEN–Lima anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen akan berakhir masa jabatannya pada Oktober 2013.

Oleh karena itu KPU akan mengumumkan pendaftaran komisioner. Pengumuman pendaftaran dilakukan di media massa pada Selasa-Kamis (20-22/8/2013).

Hal tersebut seperti diungkapkan Sekretaris KPU Kabupaten Sragen, Sutrisna kepada Solopos.com akhir pekan kemarin. Lebih lanjut Sutrisna menuturkan pendaftaran akan dibuka selama lima hari yakni Jumat-Selasa (23-27/8/2013).


Menurut Sutrisna seluruh warga Kabupaten Sragen dapat mendaftarkan diri apabila memenuhi syarat. Beberapa syarat yang dimaksud adalah warga negara Indonesia (WNI), minimal lulusan SMA, berusia minimal 30 tahun, tidak terlibat kasus hukum, tidak menjadi anggota partai politik dalam waktu lima tahun dan lain-lain.

Selanjutnya pendaftar akan mengikuti sejumlah seleksi yakni seleksi administrasi, tertulis, kesehatan, psikologi dan wawancara. Lebih lanjut Sutrisna menjelaskan tim yang menyeleksi adalah gabungan beberapa unsur dari akademisi, tokoh masyarakat dan lain-lain.

“Pendaftar minimal 30 orang. Kalau belum mencapai kuota 30 orang pendaftar maka akan diundur sampai memenuhi batas minimal. Waktu pengunduran selama satu pekan. Harapan kami kuota minimal dapat dipenuhi,” jelas Sutrisna kepada Solopos.com melalui handphone.



Sumber

Kamis, 04 Juli 2013

BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH : BOS SMA/SMK Naik 8 Kali Lipat

Solopos.com, SRAGEN — Pelajar tingkat SMA/SMK negeri maupun swasta akan menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp1 juta per siswa per tahun pada tahun ajaran 2013/2014.

Nominal itu naik lebih dari delapan kali lipat apabila dibandingkan alokasi Rintisan BOS (R-BOS) tahun sebelum senilai Rp120.000 per siswa per tahun.

Kabid Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Sunari, mengatakan alokasi BOS tahun ajaran 2013/2014 meningkat untuk seluruh siswa menengah baik SMA/SMK negeri maupun swasta. Dana BOS tahun ajaran 2013/2014 akan dikucurkan setelah proses penerimaan peserta didik baru selesai.

“Semua siswa mendapat BOS Rp1 juta per siswa per tahun untuk SMA/SMK negeri dan swasta. Dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). BOS dihitung berdasarkan jumlah siswa. Kami tinggal menunggu data siswa menengah hasil pendaftaran tahun ajaran 2013/2014. Kami sudah sosialisasi ke SMA/SMK jadi tinggal nunggu laporan dan dana akan cair. Program ini pasti,” kata Sunari saat ditemui Solopos.com di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Rabu (3/7/2013).

Menurut Sunari, program BOS untuk menyukseskan Program Pendidikan Menengah Universal (PMU) di tingkat pusat. Tujuan akhir meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) sekolah hingga 98 persen pada tahun 2020. Salah satu cara yang diambil pemerintah pusat meningkat alokasi dana BOS. Sunari memaparkan dana BOS untuk pendidikan menengah turun setiap semester.


Prioritas Penggunaan

Dia memberikan catatan prioritas penggunaan dana BOS bukan untuk kegiatan renovasi fisik. BOS dicairkan ke rekening sekolah untuk membiayai kegiatan operasional non personal. “BOS untuk pemeliharaan ringan boleh, seperti cat dinding, memperbaiki kamar mandi dan lain-lain. Asal bukan renovasi,” imbuh dia.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan Sragen, Suwardi, menuturkan alokasi dana BOS SD dan SMP sudah cair setiap triwulan. Dana BOS SD Rp570.000 sedangkan SMP Rp710.000.

Berbeda dengan dana BOS pelajar tingkat menengah, dana BOS SD dan SMP dapat digunakan untuk kegiatan personalia seperti membayar honor Guru Tidak Tetap (GTT) atau Wiyata Bakti (WB). Namun Suwardi menjelaskan alokasi dana BOS untuk membayar GTT dan WB dibatasi maksimal 20 persen.

“Sebanyak 20 persen untuk honorer, GTT, WB SD dan SMP tidak apa. Hanya 20 persen,” tutur dia saat ditemuiSolopos.com di ruang kerjanya, Rabu.



Sumber : Sragenpos.com

LIBURAN SEKOLAH : Tambah Uang Jajan dengan Menjemur Batik

Solopos.com, SRAGEN — Sejumlah bocah di Dukuh Kebaksari, Desa Pungsari, Kecamatan Plupuh, Sragen mengisi liburan sekolah dengan membantu pengrajin batik. Mereka diupah Rp30.000 per hari guna menambah uang jajan.

Muhamad Fatoni, 15, siswa kelas delapan dari SMA Negeri 1 Gemolong ini melakoni pekerjaan penjemur batik sudah semenjak kelas 1 SMP. Ketika masa liburan tiba, dirinya bersama teman-temannya siap untuk membantu beberapa juragan batik yang ada di desa yang dihuni para Pengrajin batik.

“Setiap liburan sekolah gini saya njemur kain batik, uang bayarannya buat beli handphone atau beli helm sepeda motor, kalau ada sisa nanti dikasihkan orang tua, apalagi sekarang liburannya tiga pekan, jadi hasilnya ya lumayan” jelasnya kepada Solopos.com, Rabu (3/7/2013) saat membentangkan kain batik.

Fatoni mengungkapkan a dan teman-temanya mulai bekerja pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Kain-kain basah hasil olahan pembatik mereka bawa ke tempat lapang yang mendapat banyak terpaan sinar matahari seperti jalan kampung dan lapangan.

Teman sebayanya, Muhamad Yasir pun demikian, sudah sekitar empat tahun bekerja disaat liburan sekolah tiba. Siswa kelas sembilan SMA Sakti Gemolong bekerja untuk memperoleh uang saku tambahan karena orang tua tidak memberi uang saku saat liburan.

Sementara salah satu juragan batik, Sukardi mengatakan banyak anak-anak yang bekerja sambilan mulai dari sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia menambahkan bahwa didesanya tidak ada warga yang menganggur.

“Banyak pengusaha batik di sini [Dukuh Kebaksari] menggunakan tenaga anak-anak saat liburan sekolah, jumlahnya sekitar 30 anak, dari pada waktu hanya digunakan untuk kegiatan yang tidak menguntungkan, lebih baik mereka belajar bekerja mendapatkan uang sendiri,” jelasnya.


Sumber : Sragenpos.com

Senin, 01 Juli 2013

BERSIH DESA CELEP : Rekatkan Warga dengan Tradisi

Solopos -- Sunarno, 36, tampak menikmati pertunjukan reog dari Paguyuban Reog Bendrong Geni Mati, Sragen, di Dukuh Celep, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen Minggu (30/6/2013). Meski berdesak-desakan dengan rausan warga lain dan tak bisa menyaksikan aksi reog dengan jelas, pria asli Desa Celep ini enggan beranjak sebelum bubar.

“Senang saja bisa berkumpul bersama. Atraksi ini selalu saya nanti, yang penting guyup dan ramainya,” ucapnya.

Tak hanya Sunarno, warga yang mendatangi jalanan desa selebar tiga meter di Dukuh Celep siang itu juga merasakan hal sama . Mereka mengaku selalu menantikan puncak acara Bersih Desa di Celep itu. Pasalnya, tradisi Bersih Desa sudah diadakan sejak jaman dulu dan menjadi acara tahunan yang bahkan lebih meriah dibandingkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Wah lebih meriah dari Agustusan. Acaranya biasanya lebih banyak kalau pas Bersih Desa seperti ini,” ucap warga sekitar Celep, Adi.

Bersih Desa di Desa Celep, seolah menjadi ajang perekat tali silaturahmi antar warga, baik di Desa Celep maupun luar daerah. Ratusan warga berbondong-bondong memeriahkan acara yang digelar secara gratis itu. Pilihan tontonan yang ditawarkan dalam acara Bersih Desa yang diadakan sejak Jumat (28/6/2013) ini pun beragam, ada wayang kulit yang digelar siang dan malam hari pada Jumat, lomba panjat pinang dan reog yang diarak keliling kampung.

Tradisi yang sudah mengakar di Desa Celep inilah yang menjadi salah satu daya tarik desa yang pernah meraih gelar desa bersih dan sehat tingkat nasional tersebut. Kebersamaan antar warga seolah menjadi prioritas utama. Tak peduli dengan tingkatan ekonomi maupun perbedaan lainnya, semua tumplek blek jadi satu. Uniknya lagi, acara tahunan yang diadakan pasca-panen kedua ini didanai oleh masyarakat sendiri.

Sebanyak 500 KK di 11 RT di Desa Celep turut nyengkuyung acara tersebut dengan iuran. Beberapa warga lainnya bahkan ada yang mau menyumbang lebih agar acara semakin meriah. Sementara, reog Celep seolah menjadi tontonan wajib tiap tahunnya yang tak pernah absen sejak masa nenek moyang mereka.

“Tradisi ini sudah lama. Diadakan sejak saya masih kecil hingga sekarang. Pusat acara berpindah-pindah dan digilir,” tandas Ketua Panitia, Thohar Ahmadi, Minggu.





Sumber : Sragenpos.com

Minggu, 30 Juni 2013

PPDB ONLINE SRAGEN : Belasan Sekolah Swasta Minim Pendaftar




SRAGEN—Belasan sekolah swasta tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Sragen belum menerima murid hingga hari kedua pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online, Jumat (28/6/2013).

Pantauan solopos.com di website PPDBonline Kabupaten Sragen hingga pukul 15.01 WIB, sebanyak 24 SMP swasta belum memiliki pendaftar. Kalaupun ada siswa yang mendaftar masih di bawah sepuluh orang dari kuota berkisar 42-105 siswa. Selain itu ada13 SMP swasta yang memiliki pendaftar di atas sepuluh orang tetapi belum mencapai 50% dari kuota. Padahal kuota berkisar 96-320 orang. Setidaknya ada 88 SMP Negeri maupun swasta masuk dalam bursa pendaftaran PPDB online Kabupaten Sragen. Kondisi serupa terjadi pada pendaftaran PPDB online tingkat SMA swasta. Ada 13 dari total 23 SMA swasta masuk bursa pendaftaran PPDB online belum memiliki pendaftar. Jikalau ada yang mendaftar, jumlahnya kurang dari sepuluh orang.

Sementara itu, kondisi SMP Negeri favorit di Sragen, seperti SMPN 1 dan 5 mengalami peningkatan jumlah pendaftar dibanding hari pertama pendaftaran PPDB online. Hasil pantauan Espos di website PPDB online Kabupaten Sragen hingga pukul 15.50 WIB, pendaftar di SMPN 1 dan 5 Sragen lebih dari 50% dari kuota masing-masing sekolah. Kuota SMPN 1 Sragen sebanyak 204 siswa dan SMPN 5 Sragen sebanyak 247 siswa. Kondisi berbeda terjadi pada SMA Negeri favorit. Jumlah pendaftar sudah memenuhi kuota pendaftaran PPDB tahun 2013.

Sekretaris PPDB Kabupaten Sragen, Hadi Sutopo, mengatakan belum dapat berkomentar banyak ihwal jumlah pendaftar di SMP Negeri favorit belum memenuhi kuota. Namun Hadi optimistis pendaftar menyerbu hari terakhir pendaftaran, Sabtu (29/6). Hadi menuturkan SMP maupun SMA Negeri tidak dapat memperpanjang waktu pendaftaran apabila hingga hari terakhir pendaftaran tidak memenuhi kuota. Di sisi lain, Hadi mengakui apabila beberapa SMP maupun SMA swasta belum mendapat pendaftar.

“SMP Negeri saja ada yang belum terpenuhi kuota. Padahal biasanya hari kedua bisa terpenuhi. Coba nanti kami lihat sampai hari terakhir pendaftaran. Sekolah swasta diberikan kesempatan pendaftaran hingga 15 Juli. Namun pendaftaran bukan online. Mereka dapat mendaftar ke sekolah masing-masing. Kalau sekolah negeri tidak boleh memperpanjang pendaftaran,” tutur Hadi saat dihubungi solopos.com, Jumat.

Sementara itu, lulusan SMPN 2 Sragen, Kurniawan, 15, mengaku hendak mendaftar ke SMA Negeri 2 Sragen. Dia memiliki nilai 31,15. Dia mengaku belum mendaftar pada hari kedua karena map yang disediakan sekolah habis. Kondisi berbeda dialami Tiara Ayu, 15. Lulusan SMPN 2 Sragen dengan nilai 23,80 itu mengaku ketar-ketir saat memantau hasil PPDB online, sekitar pukul 11.00 WIB. “Saya daftar hari pertama, Kamis (27/6). Saya hanya memantau saja. Setiap hari digeser terus karena banyak yang daftar. Semoga diterima,” tutur dia saat ditemui Espos sedang memantau PPDB online di lobi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Jumat.


Sumber : http://www.sragenpos.com/2013/ppdb-online-sragen-belasan-sekolah-swasta-minim-pendaftar-420829

KECELAKAAN SRAGEN : Belasan Penumpang Sumber Selamat Luka-Luka, Dilarikan ke RS



Solopos.com, SRAGEN – Kecelakaan di pagi buta yang dialami Bus Sumber Selamat jurusan Solo-Surabaya, Minggu (30/6/2013) menyebabkan belasan penumpang bus itu mengalami luka-luka.

Bus Sumber Selamat mengalami kecelakaan, di pertigaan Beloran, tepatnya di RT 001/012, Kampung Beloran, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Minggu (30/6), pukul 03.00 WIB. Bus menabrak toko ponsel sehingga menyebabkan toko ponsel hancur.

Belasan penumpang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sragen.

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dudi Pramudia, mewakili Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando, Minggu, mengatakan polisi masih belum menetapkan tersangka atas kejadian itu, sopir bus dan truk masih diperiksa sebagai saksi.

Salah satu saksi mata saksi mata Joko Purnomo, mengatakan kejadian itu terjadi begitu cepat. Tiba-tiba bus Sumber Selamat melintas di luar jalur dan langsung terguling hingga menabrak toko ponsel yang berada di sisi selatan jalan.

Bus rusak parah serta penyok di bagian depan dan samping. Sementara, penumpang langsung berhamburan keluar melalui kaca bus. “Penumpang luka-luka dan langsung di bawa ke RSUD. Ada juga yang enggak kenapa-napa,” tandasnya saat ditemui Solopos.com, Minggu.


Sumber : http://www.sragenpos.com/2013/kecelakaan-sragen-belasan-penumpang-sumber-selamat-luka-luka-dilarikan-ke-rs-421320

KECELAKAAN SRAGEN : Ditabrak Sumber Selamat, Toko Ponsel Hancur, Kerugian Rp 50 Juta



Solopos.com, SRAGEN – Bus Sumber Selamat, Minggu (30/6/2013), pukul 03.00 WIB dini hari menabrak toko ponsel (diberita sebelumnya disebutkan rumah sekaligus toko) Hallowen Cell.

Akibatnya, toko tersebut hancur, kerugian mencapai Rp50 juta. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Bus Sumber Selamat mengalami kecelakaan, di pertigaan Beloran, tepatnya di RT 001/012, Kampung Beloran, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Sragen, Minggu (30/6), pukul 03.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dudi Pramudia, mewakili Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando, Minggu, mengatakan kecelakaan terjadi akibat bus berpelat nomor W 7069 UZ yang dikemudikan Imam Gozali, 38, melaju kencang dari arah barat atau Solo-Surabaya.

Ketika sampai di pertigaan Beloran Sragen, bus dengan belasan penumpang itu diduga tak menurunkan kecepatannya.

Padahal pada saat bersamaan, dari arah berlawanan ada truk berpelat nomor H 1487 TC dikemudikan Eko Purwanto, 36, yang sedang berbelok arah ke kanan atau ke utara.

Dudi menambahkan truk, yang berbelok itu sebenarnya sudah hampir setengah bodi.

Sementara sopir Sumber Selamat tak bisa mengendalikan kecepatan busnya sehingga menyenggol bak belakang truk. Bus oleng ke kanan dan melompat taman jalan dan menabrak tiang listrik lalu menyeruduk toko ponsel hingga ambruk.

Terpisah, pemilik toko ponsel, Yohanes Joko Sulistyo, 30, mengatakan kerugian ditaksir sekitar Rp50 juta. Di dalam toko ponsel seluas 3 meter x 4 meter itu terdapat sejumlah barang dagangan seperti aksesori HP, batu baterai, serta sejumlah HP baru maupun second.


Sumber : http://www.sragenpos.com/2013/kecelakaan-sragen-ditabrak-sumber-selamat-toko-ponsel-hancur-kerugian-rp50-juta-421315

Kamis, 27 Juni 2013

Diduga Spesialis Gondol Mobil Sewaan, Warga Kedawung Dilaporkan


SRAGEN--Warga Dukuh Sapean, RT 017, Tanggan, Gesi, Suranto, 35, melaporkan warga Sidomulyo, RT 017, Kedawung, Mondokan, Agus Purwanto, 32, karena melarikan mobil Xenia XI AD 8933 WE milik penyewaan mobil Suranto, Minggu (23/6/2013).
Pelaku diduga sudah melakukan aksi serupa di beberapa tempat.

Informasi yang dihimpun solopos.com, pelaku melancarkan aksi dengan modus menyewa mobil di penyewaan mobil. Namun pelaku tidak mengembalikan mobil hingga batas waktu peminjaman. Nahas, peristiwa itu menimpa tempat penyewaan mobil milik Suranto. Pelaku mendatangi penyewaan mobil milik Suranto meminjam Xenia XI, Minggu sekitar pukul 21.00 WIB. Agus meminjam mobil selama dua hari, Minggu-Selasa (23-25/6). Namun hingga Rabu (26/6), pelaku tidak mengembalikan mobil yang dipinjam.

Beruntung GPS yang dipasang di mobil hidup sehingga Suranto berhasil melacak keberadaan mobil. Xenia atas nama Septa Ristiana, warga Sapen, RT 017, Tanggan, Gesi berada di Jalan Supriyadi Ngawi di rumah Sudarsono alias Nono. Suranto melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Gesi, Rabu (26/6) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kasubbag Humas Polres Sragen, AKP Sri Wahyuni, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando, saat dihubungi solopos.com, Kamis (27/6), membenarkan kejadian. Dia mengatakan mobil Xenia XI yang disewa Agus diduga dijaminkan kepada Sudarno untuk keperluan tertentu. Padahal status mobil sewaan. AKP Sri Wahyuni menjelaskan mobil berhasil diamankan, Rabu malam. “Mobil Xenia sudah diamankan. Pelaku masih dalam pengejaran. Kerugian korban ditafsir Rp115,5 juta. Kami juga menerima informasi penggelapan mobil sewaan di wilayah lain. Apakah berkaitan atau tidak, masih kami dalami. Kami akan mengembangkan kasus ini.”


Sumber : http://www.sragenpos.com/2013/warga-kedawung-diduga-spesialis-gondol-mobil-sewaan-420376

BLSM SRAGEN : 69.420 Orang Bakal Terima BLSM

Add caption


SRAGEN–Sebanyak 69.420 orang di Kabupaten Sragen akan menerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tahun 2013 senilai Rp300.000 untuk dua bulan dalam waktu dekat.

Salah satu Anggota Satuan Petugas (Satgas) Penyaluran BLSM Kabupaten Sragen, Manahan Siagian, saat ditemui Solopos.com Rabu (26/6/2013) menuturkan belum dapat memastikan kapan masyarakat akan menerima BLSM. Hal itu karena Kantor Pos Cabang Sragen belum menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Kartu itu nantinya akan digunakan masyarakat untuk mengambil BLSM. Namun informasi yang diperoleh Manahan, pemerintah pusat sudah mengirim 2.567 KPS ke Kabupaten Sragen, Selasa (25/6/2013).

Lebih lanjut lelaki berkulit sawo matang itu mengatakan konsentrasi Kantor Pos selaku pihak yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menyalurkan dana BLSM saat ini adalah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Koordinasi dilakukan dengan Asisten II Setda Sragen, Endang Handayani, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto. Meski demikian, Manahan menegaskan akan membagikan BLSM sesuai arahan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bahwa sebelum puasa, BLSM harus sudah diterima masyarakat.

“Kami belum menerima KPS. Tapi data penerima sudah kami terima. Data sudah kami kirimkan kepada pihak desa di Kabupaten Sragen. Harapan kami, data dimanfaatkan untuk memberikan sosialisasi kepada penerima. Kami akan coba sesuai arahan sebelum puasa dibayarkan. Sembari menunggu KPS dikirim dari pusat, kami akan melakukan komunikasi internal dengan Pemkab,” kata Manahan saat ditemui usai melakukan koordinasi dengan Asisten II Setda Sragen di kantor Pemkab Sragen.

Salah satu materi yang menjadi pembicaraan saat koordinasi adalah mekanisme pembagian BLSM, lokasi, pengamanan dan lain-lain. Namun Manahan belum dapat memaparkan detail mekanisme pembagian maupun lokasi pembagian. Menurut Manahan lokasi pembagian masih dapat dibicarakan dengan memperhatikan jangkauan dan kemudahan masyarakat.

“Bisa jadi diambil di kantor pos. Ada 21 kantor pos di Sragen dan mereka siap kapan pun. Atau bisa saja dibagikan di lokasi-lokasi dimana masyarakat berkumpul. Atau bahkan di kecamatan. Kami terus melakukan koordinasi tentang pengamanan supaya masyarakat nyaman, kondusif dan mudah saat mengambil,” imbuh dia.

Lebih lanjut soal data penerima BLSM, Manahan mengatakan bukan wewenang Kantor Pos untuk menjelaskan. Hal itu karena data diperoleh dari pemerintah pusat melalui Kemensos. Sehingga kantor pos tidak dapat mengubah dalam arti menambah maupun mengurangi apabila saat pembagian ditemukan kesalahan.

Sementara itu, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, menjelaskan porsi Pemkab Sragen hanya membantu pihak kantor pos sebagai institusi yang diberikan wewenang untuk membagikan BLSM. Dia mengatakan Pemkab Sragen hanya berkoordinasi soal pembagian BLSM karena menyangkut wilayah. Selebihnya, Pemkab tidak memiliki wewenang untuk ikut campur.

“Kami berharap KPS tepat sasaran. Kami akan melakukan kooordinasi untuk menyingkronkan data agar kartu betul-betul tepat sasaran. Jangan sampai PNS, perangkat desa dan golongan mampu menerima. Soal KPS yang belum dibagikan, nanti akan dilaksanakan bertahap,” tutur Tatag saat ditemui Solopos.com, Rabu.


Sumber : http://www.sragenpos.com/2013/blsm-sragen-69-420-orang-bakal-terima-blsm-420284

Minggu, 16 Juni 2013

RIBUAN ORANG SAKSIKAN KARNAVAL SUKOWATI 2013

SRAGEN – Meskipun hujan sempat mengguyur kota Sragen, Ribuan warga Sragen tumpah ruah memenuhi ruas Jalan Raya Sukowati, Minggu (16/06). Mereka berdatangan dari seluruh penjuru Kabupaten Sragen untuk menyaksikan karnaval Sukowati 2013, yang merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi ke267 Kabupaten Sragen tahun 2013.. Karnaval dibuka oleh Bupati Sragen Agus Fatchurrahman yang ditandai dengan pelepasan balon. Selain Bupati, tampak hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Pimpinan Daerah, para Kepala SKPD serta para undangan lainnya.

     Setelah secara resmi dibuka Bupati, acara dilanjutkan dengan penampilan seribu siswa siswi tingkat Sekolah Dasar se wilayah eks Kawedanan Sragen yang menyajikan tari kolosal Gerbang Sukowati dan dilanjutkan dengan prosesi hari jadi berupa Drama Tari singkat yang menggambarkan peristiwa terbentuknya Kabupaten Sragen, yaitu ketika Kyai Srenggi menyerahkan Legen (Pasrah Legen) kepada Pangeran Mangkubumi, sehingga sejak itu perdikan Sukowati dinamakan Sragen.

    
Usai drama kolosal dilanjutkan dengan iring-iringan pasukan yang terdiri dari pasukan pembawa spanduk, pasukan pembawa bendera merah putih, pembawa lambang daerah, pembawa bokor bunga, pembawa pusaka keris dan keris raksasa, pasukan rontek, pasukan panah, pasukan tombak, parjurit sukowaten, kereta kencana, pasukan berkuda dan pasukan pramuka. Ratusan anggota pasukan tersebut berasal dari beberapa instrumen pemuda, PNS, pelajar serta batalyon 408 Subhrasta Sragen. Setelah iring-iringan pasukan dilanjutkan dengan tari Kuncaraning Goyor Sukowati.
      
     Selanjutnya iring-iringan prosesi dilanjutkan dengan tampilan peserta karnaval budaya yang terdiri dari 26 kelompok. Peserta karnaval terdiri dari gabungan beberapa satuan kerja, sekolah serta instansi swasta Mereka berkreasi menurut kreatifitas masing masing. Ada yang bertemakan bunga, buah, hewan, bahkan ada yang mengambil thema orang – orangan sawah.

     Yang menarik perhatian penonton adalah hadirnya Pawongan raksasa, yaitu patung replika berukuran raksasa yang menggambarkan salak satu cikal bakal Kabupaten Sragen, yaitu Joko Tingkir yang sedang bergulat dengan buaya. Thema tersebut merupakan persembahan dari gabungan Sakter dibawah kelompok asiisten III yang terdiri dari bagian Humas dan Protokol, bagian Ortala dan bagian Umum Setda Kabupaten Sragen.

     Setelah 26 peserta karnaval menampilkan kreasi masing-masing, karnaval Sukowati 2013 ditutup dengan marching band Universitas Sebelas Maret surakarta. Namun sebelum marching band tampil, penonton dihibur oleh penampilan Tari topeng ireng dari Boyolali dan tari bajul Mahambara dari Kecamatan Sambungmacan serta penampilan dari kelompok Sedap Malam.
      
     Dikta (6tahun) seorang siswi TK yang sejak pagi menunggu dengan antusias tampak senang dengan adanya karnaval ini. Ia berharap kedepannya akan melihat karnaval seperti ini lagi pada perayaan Hari Jadi kabupaten Sragen pada tahun-tahun mendatang.(dyn)




Sumber : http://www.sragen.go.id/berita/berita.php?id=9505

Semangat Karnaval Sukowati Tak Larut Air Hujan


SRAGEN — Pertunjukan jalanan Karnaval Sukowati 2013 yang merupakan puncak peringatan HUT ke-267 Sragen dirundung hujan. Namun semangat penampil maupun penonton tak terlarut oleh air hujan.
Ribuan warga bertahan di tepian Jl Sukowati meskipun hujan deras mengguyur, Minggu (16/6/2013).

Tim 26 satuan kerja perangkat daerah, sektor perbankan dan organisasi masyarakat di Sragen, maupun Sragen Batik Karnival kebasahan. Demikian pula ribuan orang penonton yang menyemut.

Penonton di depan alun-alun memang sempat menjebol pagar pembatas dan merangsek mencari tempat teduh. Beberapa orang yang tidak kebagian tempat berteduh tetap bertahan meskipun hujan deras mengguyur selama sekitar 30 menit.

Ngiyup-ngiyup. Masih penasaran. Ada tontonan seperti ini sayang kalau dilewatkan. Hujan paling sebentar, sudah pakai helm,” ujar salah satu warga Sragen, Kris, 30, saat ditemui Solopos.com berdesak-desakan di depan Alun-alun Kabupaten Sragen.  Setelah hujan reda, mereka pun kembali bersama-sama menikmati suasana.

Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, mengaku bangga atas semangat penampil maupun penonton Karnaval Sukowati 2013 itu. Sambutan dan apresiasi warga itu membuat orang nomor satu di Sragen itu terpacu memberikan sajian seni dan budaya berkualitas.

Bupati Agus juga mengajak seluruh warga lebih peduli kepada Bumi Sukowati. “1.000 Anak berlatih berhari-hari, sabar dan bersedia menderita. Semoga telinga yang mendengar dan mata yang melihat dapat mendengar panggilan Sukowati. Oase pertunjukan sampai hari ini menjadi ekspresi dan kecintaan kepada Sukowati. Mari berikan yang terbaik untuk Sragen. Saya minta maaf dan terima kasih kepada seluruh peserta, seniman, kreator dan warga Sragen apabila ada kekurangan,” tutur Bupati Agus saat memberikan sambutan.

Acara itu memang dibuka oleh aksi 1.000 orang anak yang membawakan Tari Kolosal Gerbang Sukowati besutan Heru Agus Santoso. Selanjutnya digelar pertunjukan drama asal mula nama Sragen, hingga kemudian hujan mulai turun.


Sumber : http://www.sragenpos.com/2013/semangat-karnaval-sukowati-tak-larut-air-hujan-416361

Kamis, 13 Juni 2013

Info HUT Sragen ke-267



Agenda Acara Menyambut HUT Sragen ke 267 :

  • 14 Juni 2013 - Dangdut - 19.30 WIB - Selesai - Alun2 Sragen
  • 15 Juni 2013 - Rock/Underground/Reggea - 13.00-24.00 WIB - Alun2 Sragen
  • 15 Juni 2013 - Jazz - 19.30 WIB - Selesai - Pendopo Bupati
  • 15 Juni 2013 - Campursari/Cokek'an - 19.30 - Depan Bumi Motor
  • 15 Juni 2013 - Live Music (Trie Utami, Genk Kobra) - 19.30 WIB - Selesai - depan pasar kota
  • 16 Juni 2013 - Karnaval Sukowati (tari 3000 anak, tari joko tingkir dll) - 13.00 WIB - Selesai - JL Raya Sukowati.

Info HUT Sragen ke-267


Sehubungan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Sragen ke-267. Dinas Perhubungan kota Sragen mengumumkan adanya pengalihan jalur di kota Sragen. Sebab, dalam 3 hari dari tanggal 14-16 Juni 2013 besok, jalur kota akan di sterilkan dari kendaraan bermotor baik itu beroda 2 maupun roda 4.


Adapun pemberitahuan perubahan rute kendaraan pribadi/umum mulai 14 - 16 Juni 2013 sebagai berikut :
  • Angkutan pedesaan jalur 01 : terminal pilangsari - perempatan terminal lama - JL HOS Cokroaminoto - JL Diponegoro - JL Setia Budi - masuk terminal Pasar Bunder (begitu pula sebaliknya)

  • Angkutan pedesaan jalur 02 : pasar Bunder - JL Imam Bonjol - Jl Raya Sukowati - Bulu (begitu pula sebaliknya)

  • Larangan parkir sementara roda 2/4 disepanjang JL Raya Sukowati yg digunakan rute karnaval (Dishubkominfo Sragen)


Sumber : Dinas Perhubungan Komunikasi & Informatika Kabupaten Sragen.

Selasa, 11 Juni 2013

PEMILU 2014 : Ijazah Tak Dilegalisir, KPU Sragen Coret Bacaleg

Senin, 10/6/2013


SRAGEN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen mencoret satu nama bakal calon legislatif (bacaleg) karena tak memenuhi salah satu syarat administrasi yaitu ijazah yang berlegalisir. Sementara, berdasarkan hasil validasi data KPU, sebagian syarat administrasi bacaleg terdapat kesalahan baik penulisan nama, alamat maupun pas foto.
Divisi Pencalonan, Pemungutan dan Perhitungan Suara KPU Sragen, Setyadi, saat ditemui wartawan, Senin (10/6/2013), mengatakan bacaleg yang namanya di coret ialah Ety Maryati dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Ety dicoret dari bacaleg karena ijazah SLTA-nya belum dilegalisir hingga hari terakhir jadwal validasi pada Senin lalu.
Berdasarkan hasil validasi tersebut, sebanyak 433 bacaleg resmi menjadi daftar caleg sementara (DCS) dan hasilnya akan diumumkan pada 13 Juni mendatang di sejumlah media massa.
Selain pencoretan nama bacaleg, KPU, Senin lalu,  juga memanggil sejumlah petinggi partai untuk membenahi sejumlah kesalahan yang terdapat pada berkas-berkas bacaleg mereka. kesalahan-kesalahan itu menurut Setyadi terjadi hampir merata di semua partai.
“Ya kesalahannya itu seperti kesalahan nama, alamat, posisi foto dan beberapa kesalahan lainnya,”
Lebih lanjut, Setyadi, menambahkan hampir semua partai sudah memenuhi syarat minimal bacaleg perempuan. Setelah validasi bacaleg, selanjutnya nama-nama yang masuk DCS bakal diumumkan melalui media massa, lalu masyarakat akan dimintai masukan dan tanggapan mengenai bacaleg. Proses selanjutnya ialah penggantian DCS pada 19-25 Agustus, dilanjutkan penetapan daftar caleg tetap pada akhir Agustus.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Hanura, Dani Nur Sugama, saat ditemui di Kantor KPU Sragen, Senin, mengatakan verifikasi data di KPU merupakan prosedur pendaftaran bacaleg yang wajib mereka patuhi. Ia juga mengklaim para anggota partainya yang nyaleg merupakan anggota pilihan. Sebelum mendaftar, mereka sudah melakukan verifikasi internal terlebih dahulu.
“Kami mendaftarkan 31 caleg. Awalnya hanya 25 caleg namun pada tahap perbaikan kuotanya kami tambah,” tegasnya.



Sumber : http://www.sragenpos.com/2013/pemilu-2014-ijazah-tak-dilegalisir-kpu-sragen-coret-bacaleg-414497

Rapi Sragen Butuh Mobil Operasional


Jumat, 07/6/2013

SRAGEN - Radio Antar Penduduk Indonesia (Rapi) Sragen membutuhkan satu unit mobil operasional agar menunjang kerja tim rescue mereka.
Sejak kali pertama berdiri di Kabupaten Sragen, setiap kali menangani korban bencana, mereka selalu menggunakan mobil pribadi.
Ketua Rapi Sragen, Sunardi, menjelaskan selain mengabarkan sejumlah berita bencana, Rapi juga memiliki tim rescue yang selalu di garda terdepan dalam menangani bencana. Namun, selama ini setiap kali turun ke lapangan, mereka selalu menggunakan kendaraan pribadi, yaitu mobil salah satu anggota Rapi.
“Kalau bensin ya enggak masalah, kami swadaya. Tapi untuk kendaraan operasional itu kami inginnya ada kendaraan umum milik Rapi,” terangnya saat ditemui di markasnya, baru-baru ini.
Sunardi  menambahkan tidak adanya kendaraan operasional itu kadang juga menjadi salah satu kendala. Pasalnya, tim Rapi tak bisa bekerja dengan sigap saat akan turun ke lapangan jika tak ada mobil pribadi anggotanya yang nganggur.  “Tapi meski tak ada mobil operasional yang jelas. Tim rescue kami tetap langsung terjun ke lapangan jika ada info bencana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sunardi, mengatakan selama ini komunikasi antar aparat keamanan di Kabupaten Sragen berjalan lancar. Setiap ada permasalahan terutama tentang bencana Rapi selalu menginformasikan hal itu ke sejumlah radio lainnya di beberapa kecamatan. Meski tak jarang yang mulai meninggalkan radio komunikasi itu dan digantikan dengan telephon genggam.
Terpisah, Camat Kecamatan Sidoharjo Sragen, Tri Saksono, mengatakan intensitas penggunaan radio komunikasi di kecamatannya mulai berkurang sejak beberapa tahun lalu. Penurunan intensitas penggunaan radio komunikasi itu dikarenakan pihaknya lebih sering menggunakan telephone genggam atau layanan internet sebagai pengganti alat komunikasi.
“Ini masih digunakan tapi memang enggak sering. Kecuali kalau pas musim bencana, biasanya selalu standby,” tukasnya  saat ditemui di Lapangan Tenggak, Sidoharjo, Sragen belum lama ini. (solopos.com)

Lima Hari Kerja : Pimpinan SKPD Sragen diharap awasi ketat bawahan


 


SRAGEN–Asisten III Sekretarian Daerah (Setda) Kabupaten Sragen, Muhari, memperingatkan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengawasi kinerja bawahan masing-masing. Hal itu disampaikan Muhari saat memberikan sosialisasi lima hari kerja di Pendapa Sumanegara di kompleks Rumah Dinas Bupati Sragen, baru-baru ini.
          Muhari menjelaskan pelaksanaan program lima hari kerja akan dievaluasi selama enam bulan atau satu semestera. Selama itu, dia berharap kepala SKPD mengawasi ketat kinerja bawahan. Beberapa hal yang harus diperhatikan seluruh kepala SKPD adalah daftar kehadiran, apel pagi, apel siang dan keberadaan bawahan mereka saat jam kerja.

          Muhari menambahkan masa evaluasi kebijakan lima hari kerja harus dimanfaatkan PNS untuk meningkatkan produktivitas kerja. “Kami masih melakukan sosialisasi kepada PNS. Inti dari pelaksanaan lima hari kerja adalah peningkatan produktifitas kerja. Masa evaluasi ini agar diadakan evaluasi dan pengawasan pada semua staf. Pimpinan harus mengawasi kinerja bawahan masing-masing,” ungkap dia.
          Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Farid Anshori, saat dihubungi Solopos.com belum lama ini mengatakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sragen tidak terpengaruh kebijakan lima hari kerja. Farid menjelaskan seluruh tenaga media, paramedis maupun administrasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas tetap melaksanakan enam hari kerja.
          Mereka tidak melaksanakan kebijakan lima hari kerja seperti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang lain di Kabupaten Sragen. Jam kerja petugas administrasi pukul 07.30 WIB-14.30 WIB pada Senin-Kamis, Jumat dari pukul 07.30 WIB-11.00 WIB dan pukul 07.30 WIB-12.30 WIB pada Sabtu.
Selain itu Farid juga menegaskan pelayanan gawat darurat tetap 24 jam dan diberlakukan tiga shift. Dia menjelaskan tidak ada pengaruh atau perubahan setelah Pemkab Sragen melakukan kebijakan lima hari kerja. (solopos.com)

Related Post